PENGUMUMAN !!!
Tanggal 2 - 3 Maret 2019, Zone.id akan melakukan maintenance server. Kemungkinan koneksi akan down.
Terima kasih.

Mau artikelmu muncul disini dan dibaca banyak orang?

Racun yang terkandung di dalam sebatang Rokok

 
Meski berbagai macam cara pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di indonesia,menaikkan harga jual,peringatan mulai dari spanduk,poster,bahkan di bungkus rokok itu sendiri tetap saja dari tahun ke tahun rokok adalah kebutuhan utama di masyrakat yang tidak pernah mangalami penurunan.kenapa bisa begitu?penyebab salah satunya adalah karena setiap perokok akan sangat susah menghentikan aktivitas merokok jika dari awal sudah mengalami  dari Nikotin yang ada di rokok tersebut.menurut saya pribadi semahal apa pun harga rokok di indonesia maka akan tetap laku untuk di jual karena sudah termasuk kebutuhan pokok sehari hari,bukan hanya kaum pria saja,bahkan kaum perempuan juga menikmatinya seiring berjalanya dari tahun ke tahun jumlah rata rata pengguna wanita dan laki laki hampir menduduki angka sama.
 
Racun apa saja yang terkandung di dalam sebatang Rokok?curahan online dunia internet akan membahasnya dan menuliskanya untuk menjadi pelajaran buat semua.Jika diantara anda belum pernah mengetahui racun apa saja yang terkandung didalam sebatang Rokok,maka akan di jelaskan di bawah ini satu persatu berdasarkan gambar yang ada di atas:

Racun yang terkandung di dalam sebatang Rokok

1. Asem Asetik

Asam asetikasam asetak,asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3–COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat pekat (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskop tak berwarna dan memiliki titik beku 16,7°c  Cuka mengandung 3–9% volume asam asetat, menjadikannya asam asetat adalah komponen utama cuka selain air. Asam asetat berasa asam dan berbau menyengat. Selain diproduksi untuk cuka konsumsi rumah tangga, asam asetat juga diproduksi sebagai prekursor untuk polivinil asetat dan selulisa asetat Meskipun digolongkan sebagai asam lemah, asam asetat pekat bersifat korosif dan dapat menyerang kulit.

2. Naptalin

Adalah senyawa organik dengan formula C10 H8 ini adalah hidro karbon  aromatik polisiklik yang paling sederhana.dan merupakan padatan kristal putih dengan bau khas yang dapat di deteksi pada konsentrasi serendah 0,08 ppm massa,sebagai hidro karbon aromatik  struktur naptalin terdiri dari sepesang cin cin benzena yang menyatu hal ini paling dikenal sebagai bahan utama kapur barust tradisional.

3. Asentranisol

Adalah adalah zat kimia yang biasa digunakan sebagai pelengkap campuran untuk parfum.

4. Hidrogen sianida

Adalah  adalah senyawa an organik dengan rumus molekul  HCN. Senyawa ini berbentuk cairan tak berwarna, dan sangat beracun, dengan titik didih sedikit di atas suhu ruangan, 256 °C (493 °F). HCN diproduksi dalam skala industri dan sangat bernilai karena digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan.unakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan.
Adalah  adalah senyawa an organik dengan rumus molekul  HCN. Senyawa ini berbentuk cairan tak berwarna, dan sangat beracun, dengan titik didih sedikit di atas suhu ruangan, 256 °C (493 °F). HCN diproduksi dalam skala industri dan sangat bernilai karena digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan.unakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan.

5. Aseton

Aseton, juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan b-ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil dan lain lain. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.
 
Adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48. Logam lunak dan putih kebiruan ini secara kimiawi serupa dengan dua logam stabil lainnya pada golongan 12, seng dan raksa. Seperti halnya seng, Cd lebih menyukai tingkat oksidasi +2 dalam sebagian besar senyawa dan, seperti raksa, ia menunjukkan titik lebur yang rendah dibandingkan dengan logam transisi pada umumnya. Kadmium dan kongenernya tidak selalu dianggap sebagai logam transisi, karena logam tersebut tidak memiliki kulit elektron d atau f yang terisi sebagian atau seluruhnya, baik dalam bentuk unsur maupun dalam tingkat oksidasi umumnya. Konsentrasi kadmium rata-rata dalam kerak bumi adalah antara 0,1 dan 0,5 bagian per juta (ppm). Cd ditemukan pada tahun 1817 secara simultan oleh stromeyer dan karl samuel lebercth herman, keduanya di Jerman, sebagai ketakmurnian dalam seng karbonat.

6. metanol

Adalah senyawa kimia dengan rumus kimia ch3 OH Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.

7. Polonium 2-10

adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Po dan nomor atom 84.

8. Sodium Hidroksida

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, soda api, atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik.

9. Formalin

adalah senyawa organik yang terbentuk secara alami. Saat ini industri banyak mensintesis formalin dari metanol. Zat ini berupa gas yang berbau menyengat dan tidak berwarna.

10. geranol

Senyawa geraniol merupakan senyawa yang memberikan aroma mawar.
Sifat dari senyawa geraniol adalah mudah larut dalam alkohol, eter, dan tidak larut dalam air. Dan mempunyai ciri berupa cairan   berwarna kuning pucat pada suhu kamar dan berbau menyenangkan.Senyawa gernaiol merupakan penyusun utama dari beberapa minyak atsiri, seperti minyak sereh, mawar,  dan ketumbar.Geraniol digunakan untuk parfum, bahan dasar pembuatan ester, geraniol asetat yang banyak digunakan sebagai zat pewangi.

11. Toluene

Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzenaataupun fenilmetana, adalah cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzena. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai pelarut. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai obat inhalan oleh karena sifatnya yang memabukkan.

12. Hidrasin 

Hidrasin adalah enyawa anorganik dengan rumus kimiaN2H4 (juga ditulis sebagai H2NNH2). Suatu hidrda pniktigen sederhana yang berupa cairan tak berwarna, mudah terbakar, dan berbau seperti amonia Hidrazin sangat beracun dan berbahaya karena sifatnya yang tidak stabil kecuali ditangani dalam larutan.

13. Cinnamalde Hyde 

Adalah senyawa organik dengan rumus C6 H5 CH =CHCHO yang  terjadi sebagian besar isomer trans E yang memberikan bau kayu manis pada pohon kayu manis.

14. Urea

Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa.

15. Kadmium

Kadmium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48. Logam lunak dan putih kebiruan ini secara kimiawi serupa dengan dua logam stabil lainnya pada golongan 12, seng dan raksa.

Bayangkan saja bagi anda perokok yang menghabiskan beberapa batang dalam satu jam saja,betapa banyaknya racun yang akan di konsumsi oleh tubuh anda. Hentikanlah Rokok untuk memperpanjang masa sehat kita,karena terkadang kita menjaga kesehatan begutu ketat dan sesuai prosedur,tetap juga diserang oleh penyakit,gimana juga jika tidak menjaganya mungkin andalah yang tau.