PENGUMUMAN !!!
Tanggal 2 - 3 Maret 2019, Zone.id akan melakukan maintenance server. Kemungkinan koneksi akan down.
Terima kasih.

Mau artikelmu muncul disini dan dibaca banyak orang?

Arti Maskot Asian Games 2018

PESTA olahraga se-Asia, Asian Games akan segera berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah setelah Vietnam menyerahkan haknya karena masalah keuangan di tahun 2014 silam.

Berbicaranya soal perhelatan akbar ini, terdapat tiga maskot lucu yakni Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Seperti dilansir situs resmi Asian Games 2018, tiga maskot itu melambangkan Bhineka Tunggal Ika serta energi yang terdapat di Asian Games 2018.

Bhin Bhin
Maskot pertama adalah Bhin Bhin adalah burung Cendrawasih. Burung dengan nama latin Paradisaea Apoda itu merepresentasikan strategi. Burung berwarna kuning tersebut memakai rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Burung Cendrawasih sendiri kerap dijuluki Birds of Paradise atau burung dari surga. Saking indahnya Cendrawasih masuk menjadi salah satu burung tercantik di dunia versi Owlcation. Burung Cendrawasih paling dikenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, Cenderawasih kuning-besar yang kini dijadikan maskot Asian Games 2018.

Burung ini kini mulai terancam punah. Pasalnya, habitatnya di hutan belantara Papua mulai berkurang karena dijadikan lahan industri. Selain itu perburuan liar juga terus terjadi.

Atung

Atung adalah rusa Bawean yang merepresentasikan kecepatan di Asian Games 2018. Berbeda dengan Bhin Bhin yang menggunakan rompi, Atung memakai sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Rusa Bawean hanya bisa ditemukan di Pulau Bawean di tengah Laut Jawa. Secara administratif pulau ini masuk ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sama seperti cedrawasih, rusa Bawean juga terancam punah. Diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor rusa di alam bebas.

Hewan bertanduk ini memiliki tinggi sekitar 60-70 cm dengan bobot dewasa 50-60 kg. Rusa pejantan memiliki tanduk cabang tiga yang dapat tumbuh sampai 25-47 cm.

Kaka

Maskot berikutnya adalah Kaka, badak bercula satu atau biasa disebut badak Jawa. Hewan yang merupakan endemik pulau Jawa ini merepresentasikan kekuatan. Kaka digambarkan mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Dari ketiga hewan yang menjadi maskot, badak bercula satu-lah yang paling menyedihkan kondisinya. di tahun 2017 lalu Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memonitor 67 badak bercula satu. Di luar dari jumlah itu ada 10 ekor badak hilang.

Karena kondisinya itu IUCN dan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) menempatkan status badak bercula satu sebagai hewan paing langka di dunia.
Mari kita sukseskan dan Dukung Timnas untuk Indonesia juara.